Peningkatan SDM, Upaya Menyiapkan Generasi Milenial Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Dua perusahan transportasi raksasa, Blue Bird dan Express jatuh tersungkur, dilibas oleh Trasportasi Online. Di sejumlah kota banyak Mall tutup, salah satu factor utamanya karena kalah bersaing dengan jual-beli online. Suka atau tidak, sejatinya memang telah telah terjadi perubahan besar dalam kehidupan kita pada tahun-tahun terakhir ini. Kita telah memasuki era baru yang dikenal dengan Era Revolusi Industri 4.0. Kita harus menghindarkan diri sebagai korban dan bahkan mengambil peluang dari perkembangan zaman yang demikian hebat. Demi upaya itu kita harus familier dengan IT, digitalisasi, internet, aplikasi dan kosa kata  lain dalam ruanglingkupnya. Penemuan Mesin Uap oleh James Watt menjadi titik letup dari perubahan besar di planet bumi yaitu dengan dimulainya era baru yang sangat berbeda dari era-era sebelumnya, yaitu Era Revolusi Industri. Era ini membuktikan keunggulan siapapun yang menguasai IPTEK. Hal ini senada dengan Firman Allah dalam Surat Al Mujadillah Ayat 11 yang berbunyi. Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Revolusi Industri yang berhasil melakukan perubahan dunia secara mendasar mengalami empat fase:

 Revolusi Industri I : Penemuan mesin uap dan kereta api, mekanisasi sistem produksi

Revolusi Industri II: Penemuan listrik, alat komunikasi, dan konsep produksi masal.

Revolusi Industri III: Penemuan komputer, internet, dan otomatisasi proses produksi

Saat ini kita memasuki era baru Revolusi Industri Keempat yang populer dengan sebutan Ravolusi Industri 4.0, yang ditandai dengan bersatunya beberapa teknologi, fisika, digital dan biologi. Istilah “Industrie 4.0” berasal dari sebuah proyek dalam strategi teknologi canggih pemerintah Jerman yang mengutamakan komputerisasi pabrik.

Revolusi Industri 4.0 telah menemukan pola baru ketika disruptif teknologi hadir begitu cepat dan mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan incumbent meski telah meraksasa. Hal ini ditunjukkan oleh Uber yang mengancam pemain-pemain besar pada industri transportasi di seluruh dunia. Ini membuktikan bahwa yang cepat dapat memangsa yang lambat dan bukan yang besar memangsa yang kecil.

Meski mulanya imbas Revolusi Industri dirasakan di dunia bisnis dan industry, tetapi dengan cepat imbas ini merembet hampir di semua lini kehidupan masyarakat modern. Rekrutmen pegawai, beragam transaksi, tata kelola Institusi dan lain-lain saat ini dilakukan melalui aplikasi digital on line. Dalam hal ini, Pemerintah Jepang selangkah lebih maju, dengan mencanangkan apa yang disebut sebagai “Society 5.0” atau “Masyarakat 5.0”, suatu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology based). Konsep ini lahir sebagai pengembangan dari revolusi industri 4.0 yang dinilai berpotensi mendegradasi peran manusia. Revolusi Industri 4.0 telah memunculkan tantangan yang harus kita hadapi sekaligus peluang yang harus kita ambil dan manfaatkan.

Menyiapkan generasi milenial menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 harus dilakukan melalui peningkatan SDM dengan Program Pendidikan 4.0 yang bercirikan: Pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran atau cyber system, sehingga mampu membuat proses pembelajaran berlangsung kontinu tanpa batas ruang dan waktu. Di samping itu, tentu saja pembentukan karakter dan religiusitas harus tetap menjadi perhatian utama. Dunia maya ibarat belantara yang dihuni sosok-sosok baik hati di mana kita bisa mengambil manfaat, tapi juga monster-monster jahat yang harus dihindari dan dijauhi.

Inti dari tulisan di atas adalah: Saat ini kita memasuki Era Ravolusi Industri 4.0. dan Society 5.0.

Revolusi Industri 4.0 telah memunculkan tantangan sekaligus peluang.  Siapkan generasi milenial melalui peningkatan SDM dengan Program Pendidikan 4.0. Maka, menjadi hal yang logis dan bahkan urgen jika salah satu program MAN3 Nganjuk dalam mendongkrak SDM segenap civitas akademika guna memasuki Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. adalah membuat WEB madrasah yang representative.

“Jika kamu hidup di tepi sungai, jangan larang anakmu menyentuh air, tapi ajari anakmu berenang”.

Prambon, 3 September 2019 Muh. Zuhal, M.Pd.I