Sejarah
Di kawasan kabupaten Nganjuk bagian tenggara, yaitu meliputi Kecamatan Pace, Kecamatan Baron, Kecamatan Tanjunganom, Kecamatan Ngronggot, dan Kecamatan Prambon, belum ada Madrasah Aliyah Negeri (MAN), sementara itu jumlah kelulusan Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Swasta sekitar 15 buah madrasah tidak kurang dari 5.000 siswa setiap tahun senantiasa membutuhkan “Penampungan” Pada Madrasah Aliyah Negeri.
Bahwa, kenyataan yang dihadapi oleh para siswa lulusan MTs dikawasan Prambon dan sekitarnya, harus menempuh jarak sekitar 35 Km ke MAN Nganjuk maupun 30 Km ke MAN Nglawak Kertorono Nganjuk (dua MAN di Nganjuk ), maka alternative ke SMU Prambon atau ke SMU Tanjunganom atau ke MAN di luar daerah Kabupaten Nganjuk, dengan resiko jauh dari pembinaan dan pengawasan oleh orang tua maupun keluarga mereka.
Bahwa atas dasar kenyataan demikian, yayasan Pendidikan Islam “Al Mu’awanah “ Prambon yang dibentuk di pendopo Kecamatan Prambon oleh Camat bersama dengan para tokoh masyarakat Prambon, Ngronggot dan Tanjunganom pada tanggal 27 Mei 1997 telah merencanakan untuk dapat mewujudkan hasrat masyarakat tersebut, dengan menyelenggarakan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Prambon, yang sungguh-sungguh merupakan dambaan masyarakat di kawasan Nganjuk bagian Tenggara, dengan pengharapan agar dapat menampung kebutuhan bagi kelanjutan pendidikan putrid-putri mereka.
Bahwa yayasan Pendidikan “Al-Mu’awanah” Prambon pada tanggal 27 Juli 1997 berdaya upaya mewujudkan sebuah Madrasah Aliyah “Persiapan” Prambon dengan menumpang sementara pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Tanjungtani. Atas dukungan yang diberikan oleh masyarakat Prambon, maka sejak bulan Desember 1998 MA “Persiapan” dalam operasionalnya telah dapat disediakan sebuah gedung terdiri dari 7 (tujuh) local yang permanent.
Bahwa dengan mencermati kenyataan yang telah diuraikan, dan dengan menanggapi harapan masyarakat kawasan Prambon dan sekitarnya yang sangat besar untuk menyekolahkan anak-anak mereka di madrasah tingkat lanjut atas, serta dalam rangka pemerataan pendidikan, maka Yayasan Pendidikan Islam “Al – Mu’awanah” Prambon, mengajukan permohonan Penegerian terhadap Madrasah Aliyah “Persiapan” Prambon untuk menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Prambon, Kepada Menteri Agama melalui Direktur Mapenda Dirjen Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI di Jakarta.
Berikut adalah Pengurus YPI Al – Mu’awanah :
| Pelindung | : | Camat, Kepala Wilayah Kecamatan Prambon |
| Penasehat | : | 1. Agus Susanto, SH,MSi
2. Drs. H. Syam Badjuri |
| Ketua | : | Drs. H. Maftuh Tarmudji |
| Wakil Ketua | : | 1. H. Mathori Basyar
2. Drs. Fauzi |
| Sekretaris | : | 1. Drs. Zamudji
2. M. Kamaluddin |
| Bendahara | : | 1. H. Kusdi
2. H. Muhdlor |
| Seksi-seksi : | : | |
| Pendidikan | : | 1. Drs. H. Nursayid
2. Drs. H. Ahmad Hasyim 3. Komari, BA
|
| Ketrampilan dan Koperasi | : | 1. Sunardi
2. Ibnu Mas’ud 3. Shodiqin 4. Drs. Habibun Najar |
| Pembinaan Remaja dan Olahraga | : | 1. H. Makinuddin Huda, BA
2. H. Samsuddin Zuhri |
| Humas | : | 1. H. Abdul Wachid, BA
2. H. Chamim Tohari, BA |
| Pembangunan | : | 1. H. Umar Shodiq
2. H. Suwandi |
| Urusan Wakaf | : | 1. H. Wilham Sangi, Sm Hk
2. Drs. R. Syamsuddin 3. Muchid Ilyas |
Pada tanggal 29 Desember 2003 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RI “FEISAL TAMIN” memberikan kebijakan perihal rencana keputusan Menteri Agama tentang penegerian Madrasah nomor 445/M. PAN/12/2003. Kebijakan tersebut berdasarkan pada surat Menteri RI Nomor MA/3474/2003 tanggal 30 September 2003 perihal Rancangan Keputusan Menteri Agama tentang penegerian Madrasah, dengan ini disampaikan bahwa pada prinsipnya dapat disetujui penegerian 250 (Dua Ratus Lima Puluh) madrasah, masing-masing meliputi :
- Penegerian 89 (Delapan Puluh Sembilan ) Madrasah Ibtidaiyah
- Penegerian 92 (Sembilan Puluh Dua) Madrasah Tsanawiyah
- Penegerian 69 (Enam Puluh Sembilan ) Madrasah Aliyah
Berdasarkan pada pendayagunaan aparatur Negara (MENPAN) Republik Indonesia tersebut, pada tanggal 30 Desember 2003. Mengeluarkan KEPUTUSAN MENTERI AGAMA RI Nomor 558 TAHUN 2003 TENTANG PENEGERIAN 250 (Dua Ratus Lima Puluh ) Madrasah, termasuk di salah satunya adalah MADRASAH ALIYAH NEGERI PRAMBON NGANJUK.
Pada tanggal 18 Pebruari 2004 Madrasah Aliyah Persiapan Resmi menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Prambon. Peresmian oleh Bapak Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Jawa Timur.
Madrasah Aliyah Negeri Prambon ( MAN 3 Nganjuk ) semula merupakan Madrasah swasta ’’Madrasah Aliyah Persiapan Prambon’’ dibawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Al Mu’awanah Prambon yang berdiri tanggal 27 Juli 1997. Berdasarkan SK menteri agama nomor 558 tahun 2003 Madrasah Aliyah persiapan Prambon menjadi madrasah negeri dan pada tanggal 18 pebruari 2004 diresmikan oleh bapak KaKANWIL Departemen Agama Jawa Timur menjadi Madrasah Aliyah Negeri Prambon.
Madrasah Aliyah Negeri Prambon (MAN 3 Nganjuk) dengan usia yang sangat relatif masih belia ini untuk tahun 2019, terutama secara non fisik mengalami kemajuan yang sangat berarti. Namun demikian, peningkatan tersebut, tidak berarti lepas dari hambatan atau kesulitankesulitan yang menyertainya. Kesulitan-kesulitan yang menyertainya, berasal dari faktor internal maupun dari faktor ekstrenal, baik bersifat teknis maupun nonteknis. Hal tersebut merupakan suatu proses yang wajar dan alamiyah yang dialami oleh suatu lembaga pendidikan. Semua itu merupakan suatu upaya kearah perbaikan lembaga pendidikan dalam menuju pada suatu madrasah yang berkualitas. Bentuk hambatan dan kesulitan perlu disikapi dihadapi dengan sikap bijaksana dan rasa tanggung jawab serta optimisme yang tinggi.
